BERITABOLA : Klub divisi dua Jerman, St Pauli, mengajukan usulan penghentian hak komersil untuk Bayer Leverkusen, VfL Wolfsburg, dan Hoffenheim.
St Pauli mengajukan mosi kepada pengelola kompetisi liga Jerman (DFL) untuk menyetop aliran subsidi komersial untuk "klub perusahaan".
DFL adalah pengelola kompetisi Bundesliga divisi satu dan dua, termasuk mengatur pembagian hak komersil peserta liga yang berjumlah 36 klub. Pemasukan DFL dari bola resmi kompetisi, logo di lengan jersey pemain, dan sebuah sponsor umum dibagikan berdasarkan sistem pemeringkatan selama lima tahun.
Saat ini, dengan ikatan kontrak empat tahun hingga 2017, hak siar televisi Bundesliga bernilai sebesar €2,5 milyar. Musim ini, 36 klub profesional Jerman akan menerima pembagian uang sebesar €850 juta dan €170 juta di antaranya menjadi hak klub-klub divisi dua.
CEO St Pauli Andreas Rettig mengajukan usulan agar klub yang tidak memenuhi peraturan 50+1 agar "tidak disertakan lagi dalam pembagian pemasukan marketing liga". Peraturan 50+1 mengharuskan lebih dari 50 persen kepemilikan klub profesional Jerman dimiliki oleh anggota.
Sasaran dari usulan kontroversial St Pauli itu jelas adalah klub yang memiliki status kepemilikan privat, seperti Bayer Leverkusen, VfL Wolfsburg, dan Hoffenheim.
Kepemilikan Leverkusen dan Wolfsburg dipegang oleh perusahaan farmasi dan otomotif, sedangkan hak suara mayoritas Hoffenheim dipegang oleh Dietmar Hopp. Tahun 2017, Hannover berpeluang menyusul tiga klub ini karena peraturan membolehkan akuisisi oleh pihak yang telah lebih dari 20 tahun menanamkan investasi.
Usulan St Pauli akan dibahas dalam pertemuan DFL di Frankfurt, 2 Desember mendatang. Keempat klub yang menjadi sasaran bereaksi dengan mengungkapkan kekhawatiran jika proposal diterima akan mengakhiri "solidaritas antara klub Bundesliga 1 dan Bundesliga 2".
Sentralisasi kesepakatan marketing pun terancam berakhir. Artinya, pertandingan klub papan bawah Bundesliga 2, misalnya, tak dapat memetik banyak keuntungan dari hak siar.
"Bagi Bundesliga, usulan ini dapat menjadi perkembangan yang mengganggu sehingga mengancam nilai-nilai yang dimiliki sepakbola profesional Jerman," ujar CEO Wolfsburg, Klaus Allofs, kepada Kicker.
Rudi Voller, direktur olahraga Leverkusen, bahkan melancarkan kecaman pedas. "Seperti biasa Rettig," tukasnya. "Dia melakukan apa yang biasa dilakukan. Mirip babi kecil yang cerdik."
Voller merujuk pada dongeng animasi tiga babi kecil yang diangkat Disney ke layar lebar. St Pauli tak kalah cerdik dengan menanggapi komentar Voller. Melalui akun Twitter, mereka melampirkan foto bergambar karakter kartun Porky Pig dengan tanda tangan para pengurus klub. Foto itu dipasang di pintu kantor Rettig.
St Pauli mengajukan mosi kepada pengelola kompetisi liga Jerman (DFL) untuk menyetop aliran subsidi komersial untuk "klub perusahaan".
DFL adalah pengelola kompetisi Bundesliga divisi satu dan dua, termasuk mengatur pembagian hak komersil peserta liga yang berjumlah 36 klub. Pemasukan DFL dari bola resmi kompetisi, logo di lengan jersey pemain, dan sebuah sponsor umum dibagikan berdasarkan sistem pemeringkatan selama lima tahun.Saat ini, dengan ikatan kontrak empat tahun hingga 2017, hak siar televisi Bundesliga bernilai sebesar €2,5 milyar. Musim ini, 36 klub profesional Jerman akan menerima pembagian uang sebesar €850 juta dan €170 juta di antaranya menjadi hak klub-klub divisi dua.
CEO St Pauli Andreas Rettig mengajukan usulan agar klub yang tidak memenuhi peraturan 50+1 agar "tidak disertakan lagi dalam pembagian pemasukan marketing liga". Peraturan 50+1 mengharuskan lebih dari 50 persen kepemilikan klub profesional Jerman dimiliki oleh anggota.
Sasaran dari usulan kontroversial St Pauli itu jelas adalah klub yang memiliki status kepemilikan privat, seperti Bayer Leverkusen, VfL Wolfsburg, dan Hoffenheim.
Kepemilikan Leverkusen dan Wolfsburg dipegang oleh perusahaan farmasi dan otomotif, sedangkan hak suara mayoritas Hoffenheim dipegang oleh Dietmar Hopp. Tahun 2017, Hannover berpeluang menyusul tiga klub ini karena peraturan membolehkan akuisisi oleh pihak yang telah lebih dari 20 tahun menanamkan investasi.
Usulan St Pauli akan dibahas dalam pertemuan DFL di Frankfurt, 2 Desember mendatang. Keempat klub yang menjadi sasaran bereaksi dengan mengungkapkan kekhawatiran jika proposal diterima akan mengakhiri "solidaritas antara klub Bundesliga 1 dan Bundesliga 2".
Sentralisasi kesepakatan marketing pun terancam berakhir. Artinya, pertandingan klub papan bawah Bundesliga 2, misalnya, tak dapat memetik banyak keuntungan dari hak siar.
"Bagi Bundesliga, usulan ini dapat menjadi perkembangan yang mengganggu sehingga mengancam nilai-nilai yang dimiliki sepakbola profesional Jerman," ujar CEO Wolfsburg, Klaus Allofs, kepada Kicker.
Rudi Voller, direktur olahraga Leverkusen, bahkan melancarkan kecaman pedas. "Seperti biasa Rettig," tukasnya. "Dia melakukan apa yang biasa dilakukan. Mirip babi kecil yang cerdik."
Voller merujuk pada dongeng animasi tiga babi kecil yang diangkat Disney ke layar lebar. St Pauli tak kalah cerdik dengan menanggapi komentar Voller. Melalui akun Twitter, mereka melampirkan foto bergambar karakter kartun Porky Pig dengan tanda tangan para pengurus klub. Foto itu dipasang di pintu kantor Rettig.
No comments:
Post a Comment