BeritaBola - Ada begitu banyak ikon sekaligus legenda Arsenal dari masa ke masa. Mulai dari Cliff Bastin, David Seaman, Ian Wright, Tony Adams, hingga Dennis Bergkamp.
Namun dengan segala hormat, tanpa mengecilkan status legendaris nama-nama besar di atas, ada satu sosok yang pantas disebut sebagai legenda nomor satu Arsenal sepanjang masa. Ya, siapa lagi jika bukan Thierry "King" Henry.
Delapan musim lebih membela panji kebesaran Arsenal, Henry memang tak masuk dalam 10 besar penampil terbanyak dalam sejarah klub.
Tapi, mari kita lihat kontribusinya secara lebih spesifik, karena penyerang asal Prancis ini merupakan top skor sepanjang masa klub lewat torehan 288 gol. Tak hanya prestasi individual, tapi Henry juga sukses jadi sosok krusial Arsenal meraih tujuh trofi domestik.
Ya, mungkin hanya Arsene Wenger, sosok manajer yang sudah membangun dinasti di Arsenal selama dua dekade lamanya, yang bisa mengalahkan cinta Gooners pada King Henry.
Periode Henry di Arsenal sendiri terjadi sebanyak dua kali. Pertama adalah kala dirinya bergabung pada musim panas 1999 dan memutuskan pergi ke Barcelona delapan tahun berselang. Kedua terjadi pada musim dingin 2012 silam, saat dirinya dipinjam dari New York Red Bulls selama dua bulan.
Periode pertama jelas jadi era yang melegenda bagi Henry, karena dia tengah berada di puncak performa. Sementara periode kedua lebih bersifat darurat, seiring krisis lini depan yang mendera Meriam London ketika itu.
Namun waktu super singkat pada periode kedua Henry, tak lantas jadi selingan belaka karena di usianya yang saat itu sudah menginjak 35 tahun, dirinya tetap mampu memberi kontribusi maksimal hingga hadirkan perpisahan manis.
Namun dengan segala hormat, tanpa mengecilkan status legendaris nama-nama besar di atas, ada satu sosok yang pantas disebut sebagai legenda nomor satu Arsenal sepanjang masa. Ya, siapa lagi jika bukan Thierry "King" Henry.
Delapan musim lebih membela panji kebesaran Arsenal, Henry memang tak masuk dalam 10 besar penampil terbanyak dalam sejarah klub.
Tapi, mari kita lihat kontribusinya secara lebih spesifik, karena penyerang asal Prancis ini merupakan top skor sepanjang masa klub lewat torehan 288 gol. Tak hanya prestasi individual, tapi Henry juga sukses jadi sosok krusial Arsenal meraih tujuh trofi domestik.
Ya, mungkin hanya Arsene Wenger, sosok manajer yang sudah membangun dinasti di Arsenal selama dua dekade lamanya, yang bisa mengalahkan cinta Gooners pada King Henry.
Periode Henry di Arsenal sendiri terjadi sebanyak dua kali. Pertama adalah kala dirinya bergabung pada musim panas 1999 dan memutuskan pergi ke Barcelona delapan tahun berselang. Kedua terjadi pada musim dingin 2012 silam, saat dirinya dipinjam dari New York Red Bulls selama dua bulan.
Periode pertama jelas jadi era yang melegenda bagi Henry, karena dia tengah berada di puncak performa. Sementara periode kedua lebih bersifat darurat, seiring krisis lini depan yang mendera Meriam London ketika itu.
Namun waktu super singkat pada periode kedua Henry, tak lantas jadi selingan belaka karena di usianya yang saat itu sudah menginjak 35 tahun, dirinya tetap mampu memberi kontribusi maksimal hingga hadirkan perpisahan manis.

No comments:
Post a Comment